Shinta memasang anting di bibir kemaluan

18 Nungging aja yah mas... (46 ) 12
Aksi barang cantik (25 )
nude Japanese Olympics (4 )
Y!Intai (6 )
Chinese Virgin-Asia (35 )
Tante Cathy (52 )
Lucy lee.... (6 )
beninghay (19 )
kamikaze girl vol 37(sharekingdom) w/preview (13 )
Ce Cantik di-Foto Bugil.............! (49 )
Anggi sang Pembantu horny... (15 )
bagi yang suka lebat boleh liat (23 ) 8
[koleksi pribadi] ....Malu ah bang (24 )
Cewe LOMBOK bugil di kamar (1 )
ABG lagi berpose (12 )
Meraba nenen anak tetangga. (11 )
beLahaN tokEd and meMek ABG (98 )
ini tokedku(dibalik BH) (28 )
Salon Plus Plus Silahkan di lihat (81 )
Mandi.3
[Birrei Dolls] Full DVD Movie uncensored (0 )
Abg Cina Kota (4 )
"Step by Step" PANDA 18 thn (V(^^) (301 )
Evelyn Lin dkk (0 )
janda kembang (18 )
Cewe Cantik Kedai Handphone ~ Malaysia (3 )
Bini siapa ? (25 )
[3GP] campur-campur (0 )
Ragasia di balik sabun..??? (12 )
Salah satu pegawai bank.... (17 )
Tante AmeL (18 )
kaisar cina nge-sek sama selirnya (13 )
Perek (7 )
just want u see.... (15 )
cw indo ngangkang... (22 )
Exclusive High Quality Preview - Maria Ozawa aka Miyabi UNCENSORED (33 )
Gantian Mas (6 )
Disalah satu kamar hotel (15 )
lawas pooolll (1 )
Coba lagi Miyabi (0 )
Tora-Tora Platinum Vol.8.9 Hotgirl flyupload 108.69MB Un CEnsor (3 )
Mau gak kalau karoke seperti ini (13 )"> 29,
pecun in action (10 ), 30,
habis gituan tuh (12 ),
lucy ma (0 ),
Gold Angel vol.11 - Sakurako (2008) (2 ),
Ketawa trusss???? (42 ),
baru hunting nich (4 ),
lulus praktek, naik kelas deh!!! (1 ),
skandal didalam mobil (26 ),
--------------------------------------------------------------------------------
, 14,
malaysian women breast (1 ), 28,
--------------------------------------------------------------------------------
, 17,
[AN4U] Chelse (1 ), ,
bokep di hari natal (10 ),
My First Post :) (10 ),
eh elo ngintip ya..... (10 ),
pentil (5 ),
Panlok lagi nih...msh peret loh (40 ), , 43, 14,
diana zubiri broooo....... (25 ),
[db] TTM Yang Baik Hati... (42 ),
abg lg geboyyyyy (87 ),
mix (7 ),
Nih gw kasi buat bro DS'ers... (9 ),
Putih Masih Kenceng...... (146 ),
(req)Leah Dizon (1 ),
Dream Woman Vol.2 (0 ),
Nikmatnya keluar di dalam (8 ), 40,
Girls - vol 10 (0 ),
Mantab nich bro ( doggie sytle) (3 ),
Di Diskotik (Jepang) no.9 (3 ),
Mirip sama Asmiranda nih /w perview (16 ),
Namanya hasti... (33 ),
####Pingin Gaul??...Syaratnya Bugil#### (26 ),
Red Hot Jam Vol.40-Pervert Train (2 ),
Si cantik Aizawa Yume == Uncensored!!! (9 ), 38,
gimana dengan yg ini saudara2....... (55 ),
toket ma mekinya maknyusss (9 ),
real life cam... girl in action part finale... (3 )">
keasiiikan mek lov (27 )
Xcity Jap (1 )
First Impression @@@ Nice Gril @@@ Must Have@@@ (5 )
Pengen nenen ( YIntai ) (11 )
::: Charm (Pinoy) Photoshoot Video ( R/S ) ::: (2 )
“Yud, terus terang, gua udah kenal 3 kontol sampai sekarang!, dan kontol loe yang paling gede!” sambil bicara Jenny dengan trampilnya mengocok senjataku. Tiba-tiba dia berusaha berdiri sambil mendorong badanku, “Aku mau diatas mass ahh aku mau keluar” “Kenapa kok berhenti?” tanpa banyak bicara dia langsung mencium bibir saya dan membuka retsleting celana saya, penis saya langsung menegang tanpa basa-basi. Sambil mengelus-elus batangku dia bergumam, Tante Betty yang merasa tubuh Randy bergerak segara membalikkan badan dan memeluk tubuh Randy. Buah dadanya yang hanya dibalut daster biru terasa menyentuh bagian muka Randy. Tante Betty pun mulai membelai kepala Randy dengan penuh kelembutan. Diperhatikan ponakan laki-lakinya dari atas kepala dan turun ke bawah. Pasti banyak yang naksir, ucap tante Betty dalam hati melihat kepolosan wajah ponakannya itu. “Kamu isepi dulu Bu biar lebih gede dan keras. Biar enak kalau masuk ke memekmu nanti”, katany dengan nada memerintah. “Ahh.. Ahh oughh” mendesah sambil tangannya mencengkeram pinggiran sofa. Tiba-tiba cengkeramannya pindah ke punggungku sambil setengah berteriak Jeany mencapai klimaks yang ketiga kalinya, “Silahkan Tante, enak banget lo..penisnya, akukan tadi sudah dientotnya?” kata Angel.

“Ah..kamu bisa aja. Jangan cuma dipandangi aja dong.” Sementara Ivan semakin mempercepat goyangan pantatnya, batang kemaluannya semakin cepat menghujam-hujam lubang anus Tante Melly. Demikian juga jari-jari tangannya semakin cepat mencucuk-cucuk lubang vagina janda sexy itu. Dan desahan-desahan serta rintihan, tak henti-hentinya keluar dari mulut Tante Melly, saat menerima kenikmatan yang kini sedang menuju puncaknya. Dan ketika Ivan sudah tak mampu lagi menahan spermanya yang akan segera muncrat, maka desahan dan rintihan yang disertai jeritan keluar dari mulutnya. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya pada tusukkan yang kesekian kalinya, kemaluan Ivan berhasil menerobos masuk dan merobek selaput dara Poppy. Poppy menjerit sangat keras, merasakan nyeri dan ngilu pada lubang vaginanya. Tanpa memperdulikan jeritan Poppy, Ivan menekankan pantatnya lebih keras hingga seluruh batang kemaluannya masuk dan terbenam, tertelan lubang vagina Poppy. Ivan mendiamkan sejenak kemaluannya disana untuk beradaptasi sambil menatapi tetesan darah segar keluar dari lubang vagina Poppy dan merembesi paha mulus gadis itu. “Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?”

“Eh, Mas Vito. Lagi ngapain Mas..?” tanyanya. “Ampuun, Didi.., tante mau diapain sayang..”, ia menurut saja. “Hahh ama teman-teman?, rame-rame Donk?” aku bertanya kembali. “Eeh Di.kamu ngeliatin apaan sih?”. Pada tahun baru yang lalu aku berkenalan sama cewek yang namanya Angelina yang biasa dipanggil Angel. Angel adalah cewek yang masih duduk kelas 2 SMP dengan tinggi 165 cm, dan dengan dada yang tak terlalu besar tetapi kencang dan mancung ke depan kira-kira 34, kulit putih, dengan pantat yang sexy. Yang pasti setiap cowok yang melihatnya akan menelan ludah. Selang beberapa saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan batang kemaluannya yang berukuran panjang 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding kemaluan Jay yang terus menuju ke lubang kemaluan milik istriku. Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati kemaluan milik Jay yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun mulai juga mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan milik Sari, perlahan kurasakan lubang kemaluan Sari masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku yang kutekan perlahan. “Baik tante..”. Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku. Tampak Bu Soni telentang lemas dan aku tanya, “Bagaimana? Enak? Ada rasa puas?” “Lumayan nikmat, Jeng. Situ nggak jijik, ya.”

Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, “Mas..” katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. Aku yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti. Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Posisi ini kami hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti ini tanpa dilepas sekalipun. Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas bajuku, takut kusut atau terkena lipstik. Kini aku hanya memakai CD. Ia tampak bengong memandangi CD-ku yang menonjol. “Lepas aja bajumu, nanti kusut,” kataku. “Malu ah..” katanya. “Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya. Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang. Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat, “burung”-ku tambah mengencang. Mbak Fitri tubuhnya masih sangat kencang payudaranya putih agak besar kira-kira 36 B vaginanya indah sekali. Sedangkan Asih tubuhnya agak kecil tapi mulus, dadanya sudah sebesar buah apel ukuranya 34 A vaginanya kelihatan sempit baru ditumbuhi bulu yang belum begitu lebat. Pertama yang kuserang adalah Mbak Fitri karena sudah lama aku membayangkan bersetubuh dengannya aku menciumi dengan rakus pentilnya kuhisap dalam-dalam agar air susunya keluar, setelah keluar kuminum sepuasnya rupanya Mbak Wina dan Asih juga kepingin merasakan air susu itu sehingga kami bertiga berebut untuk mendapatkan air susu tersebut, sambil tangan kami berempat saling remas, pegang dan memasukam ke dalam vagina satu sama lain. “Dengan senang hati boss,” jawabku sambil mulai menjilati kembali tubuh bugilnya yang mulus dan menelentang pasrah itu tanpa ada yang terlewatkan. “Dua jam lagi Papa kamu pulang…” hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana. “Tapi maaf!! Yah Mas Dewa, kamu jangan sekali-sekali menggoda mereka, karena mereka sudah mempunyai pasangannya masing-masing, oke!!,” kata Mbak Wina. “Keliatannya seru, lagi ngobrolin apaan nih?”

“Kamu ndak tidur Rev, kan besok sekolah?” “Oohh nggak lah, Di.. Kemari deh”. “Ayo John pompa memek tante secepat dan sekeras mungkin dengan kontolmu itu.. Ougghh” “Appetizernya juga enak.” sambung Angela. Solo sepertinya, bulu ketek anti cukur, serabutan disekitar susunya yang 36. Pentilnya agak masuk kedalam. “Kok lain ya sama anak kecil?”


SERU BANGET..
RAHASIA..PEN1S BESAR,PANJANG,KUAT,TAHAN LAMA-TANPA OBAT-... KLIK DISINI




RAHASIA..BIKIN PUAS WANITA ORGASME BERKALI KALI... KLIK DISINI

“Aaahh.. Yoo..” Tante Emma mencapai klimaks. Aku mencoba bertahan, namun rembesan lendir dari dalam vagina Tante Emma yang membasahi penisku membuat tubuhku tak kuasa menahan nikmat. Crroott.. ccrrott.. croot.. ccroott.. ccrroott.. sekitar lima kali penisku menyemburkan sperma kuat-kuat ke dalam vagina Tante Emma. Kedua tanganku meremas pinggang Tante Emma. Sementara dari belakang Tante Rissa mendekap tubuhku erat-erat. Hari itu adalah tepat satu hari sebelum hari ulang tahunku yang ke 17. Saat itu aku dan Mamaku sedang makan malam berdua. Oh iya ada yang hampir kulupakan. Sejak umur 15 tahun aku tinggal berdua dengan Mamaku. Orangtuaku bercerai ketika aku berumur 15 tahun. Dan aku memilih untuk ikut Mama. Entah kenapa tapi sejak kecil aku memang lebih dekat ke Mama. Mungkin karena Mama sangat sayang kepadaku. “Mantan kakak kelasku yang lesbi itu datang ke Yogya.” jawab Dian. “Nggak Om, kami sama Mami. Mami lagi senam BL di Gym diatas!” kata Revi sambil menunjuk atas gedung Country Club. Saya tersenyum sambil memutar otak untuk dapat berkenalan sama Maminya. Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kurang lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku sangat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, dengan kulit mulus. Bagiku wanita ini sangat menarik, apalagi jika ‘jam terbangnya’ sudah tinggi, sehingga pandai dalam bercinta. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang mendorong aku untuk mengiklankan diriku pada sebuah surat kabar berbahasa Inggris, untuk menawarkan jasa ‘full body massage’. Uang bagiku tidak masalah, karena aku berasal dari keluarga menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berapapun kuterima. “Iya tante..” Hmm lezatnya, pantat Tante Sofi yang besar dan belahan bibir vaginanya yang memerah, aku langsung mengambil posisi dan tanpa permisi lagi menyusupkan penisku dari belakang. Kupegangi pinggangnya, sebelah lagi tanganku meraih buah dada besarnya. Aku lalu terduduk lemas.Kulihat mama dan Kak dewi saling menjilati spermaku yang muncrat kewajah mereka. Setelah 10 menit Kak Dewi keluar dari kamarku. Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan Mamaku. Dan kuakhiri dengan semburan sperma di dalam lubang anusnya. Setelah itu Mama keluar dan mandi. Sekarang aku benar-benar betah berada di rumah, kapan saja ada saja yang melayaniku (Mama dan Kak Dewi). Hampir tiap pagi aku mendapat jatah istong dari Mama. Tapi semua sudah kuatur. Kalo siang aku mainnya sama Mama, dan kalo malam malam lagi pengen, aku mainnya sama Kak Dewi. Tapi kadang nggak tentu juga, yang mana aja. Kalo Papa nggak ada kami main bertiga. Apalagi kalo Papa keluar kota kami makin bebas tidur bersama. Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani Mama dan Kak Dewi. Kejadian ini membuatku betah di rumah. Home Sweet Home.

“Ha.. pinjam CD..? Akhh.., kamu nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.” kata Tante Mini. “Lin.. Kayaknya akuu jugaa maauu.. Keluuaarr..” “Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Melly melihat tingkahku. Perlahan gue melorot, dengan tetap mata memandang dia tangan gue pindah berputar meremas perlahan toketnya yang pentilnya “Tuann.. lepaskan Tuan, saya pembantu Tuan..” katanya. “Ooo begituu..?,” kata Linda (Linda ini adalah teman lesbinya Mbak Wina). “Di.., Didi.., ini Tante”, terdengar suara tante seksi eh Sofi memanggil. “Aaakkhh..” desis si Nita setelah saya dorong burung saya pelan-pelan.

Dia bertanya kepada Maminya (walaupun tidak dijawab, karena sedang ’sibuk’), “Mami diapain Om Vito, kok teriak-teriak?” katanya. Sundel banget, doi sore itu pakai rok mini hitam kontras dengan kulitnya dan pakai baju beige yang ketat, tapi bahannya alus banget. Gue masa bodo deh denger ibu - ibu berkicau yang penting gue bisa liat terus Mbak Candra yang sesekali juga ngelirik gue, kalau bertatapan gue senyum doi juga dong. “Wah Cindy, vaginamu harum sekali, indah..” Wanita itu kelihatan gemas sekali dengan penisku. Padahal ukurannya biasa saja. Dibanding gigolo-gigolo simpanannya pasti penisku tidak ada apa-apanya. Tapi Tante Rissa bernafsu sekali menjilat, mengulum dan mengisap penisku. Hingga akhirnya wanita itu mulai tidak tahan dan tiba-tiba sudah berdiri mengangkangi tubuhku. Tante Rissa berdiri dengan lututnya dan mulai merendahkan badannya. Sebelah tangannya menggenggam batang penisku yang memang sudah keras dan basah oleh air liurnya. Tante Emma yang mengetahui hal itu langsung mengambil alih, tangannya menggenggam batang penisku yang semula digenggam Tante Rissa. Sementara kini kedua tangan Tante Rissa yang lembut bertopang di atas dadaku. Saya mengarahkan si ‘Adik’ ke mulut Revi, sambil mengelus rambutnya yang hitam legam. “Auughh..!” Marni berteriak kencang saat susunya disedot habis dan tangan Bonsa masuk ke liang senggamanya.

Aku dan Tiga Sepupuku Aku melangkah ke meja komputer di kamarku, mencoba melupakannya. Beberapa saat aku sudah tampak mulai tenang, perhatianku kini pada e-mail yang akan kukirim pada teman-teman netter. Aku memang hobi korespondensi via internet. Tapi mendadak pintu kamarku diketuk dari luar. “Ehmm iya Tante” dia berjalan sambil menatap paha aku yang terlihat sangat mulus sekali. “Ayo, masuk aja Jack. Silakan duduk. Sorry Tante masih keringatan. Jangan malu-malu. Anggap aja rumah sendiri. Ternyata kamu tepat waktu. Tante suka orang yang selalu tepat waktu”. Terus saya bukakan pintu, waktu itu saya sempat kaget juga melihat Tante Vida. Dia baru saja pulang dari aerobik, masih dengan pakaian senam dia masuk ke kamar. Walau masih SMP kelas 2 lihat Tante Vida dengan pakaian gitu merasa keder juga. Payudaranya yang montok seperti tak kuasa pakaian senam itu menahannya. Kemudian dia duduk di samping. Dia bilang, “Dod, kamu mau saya ajari permainan nggak Dod?” Tanpa pikir panjang, saya jawab, “Mau tante, tapi permainan apa lha wong Dodi baru sakit gini kok!” “Sama Kak Wina, Linda, kalian berdua, baik sekali.. Terima kasih Kak..?” sambil aku membelai mereka berdua dengan penuh kasih sayang, kemesraan dan kelembutan. Terus mereka hampir secara bersamaan, “Sama Mas Dewa.. Kamu juga baik sekali.. Ama kita berdua.. Aku ama Kak Wina baru sekarang ngentot ama cowok yang penuh dengan kasih sayang, iyah kan kak..?” tanya Linda. Mulai kudaratkan bibirku di punggung kakinya dan kugeser pelan dari atas ke bawah sambil merasakan kehalusan kulitnya. Dari situ kugeser lagi bibirku ke samping kakinya hingga ke mata kaki yang membuatnya menggelinjang kegelian. Sylvi nampak sangat menikmatinya sambil terus mengepulkan asap rokoknya. Dinaikkannya sedikit kakinya agar aku bisa menciumi telapak kakinya yang berlekuk indah itu. Sylvi makin kegelian dan mulai merintih pelan waktu kucium sepanjang telapak kakinya yang beraroma khas, namun justru makin membangkitkan nafsuku.

“Aku Ardy”, sahutku sopan. Orang kedua yang “terpaksa”, tampil bugil adalah Tante Shinta. Wanita ini sedikit aneh karena sejak awal malah melepas pakaian dalamnya lebih dulu. Sehingga begitu wanita ini melepas gaun terusannya, tubuh mulusnya langsung terlihat jelas. Dan aku terkejut sekali melihat sesuatu yang berkilat di tengah-tengah kemaluannya yang hanya berbulu sedikit itu. Ooppss.. ternyata Tante Shinta memasang anting di bibir kemaluannya. Berikutnya yang jadi korban adalah Tante Yola. Baru kali ini aku melihat wanita berkulit hitam legam dalam keadaan telanjang bulat di depan mataku. Ternyata sexy juga. Apalagi tubuh Tante Yola sangat mulus dan terawat. Sekitar setengah jam aku menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya Bu Melly menunggu di kamar itu. Aku menurut aja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. Ketika kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu dibukain dan Bu Melly tersenyum manis dari balik pintu. “Sudah deh, Nit.. Buka aja.. nggak apa-apa kok,” kata isteri saya lagi. “Ran.., ngmhhnghh.., udah dong.., sshh”, ucap Susan ketika sekilas kesadarannya datang. Namun Randy sudak asyik dengan aktivitas birahinya. Lidahnya mempermainkan puting susu sepupunya dengan penuh perasaan. Mata Susan terpejam dan tangannya membelai kepala Randy, merasakan kenikmatan jilatan-jilatannya.